be creative be smart

management forum , in there

Pentingnya Inspirasi Bisnis Inovatif



Di dalam dunia bisnis sudah barang tentu Anda akan mengalami naik turunnya usaha yang memang sedang Anda jalani tersebut. Entah itu akibat dari adanya persaingan yang sangat ketat, kebutuhan pangsa pasar yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu maupun karena Anda sendiri di saat menjalankan bisnis tidak memiliki inspirasi bisnis yang tepat dan inovatif. Dapat dikatakan Anda hanya menjalankan bisnis tanpa perkembangan maupun perubahan yang memikat pelanggan.

Misalnya saja seperti bisnis online yang kemungkinan sekarang ini sudah bukan lagi menjadi sebuah ide baru. Karena sudah begitu banyak orang yang terjun untuk menggelutinya. Ide-ide inovatif, unik dan kreatif yang berbeda dengan pesaing Anda saat ini sangat dibutuhkan. Dimana ide-ide brilliant tersebut akan menuntun Anda menuju proses kesuksesan bisnis Anda. Namun sayangnya tanpa satu inspirasi tepat, ide-ide yang ada tersebut tentunya tidak akan dapat muncul di dalam pikiran Anda. Oleh karena itu Anda harus mampu menciptakan sebuah inspirasi inovatif dan unik dari dalam diri Anda sendiri.



Inspirasi sangatlah penting untuk mendukung kelangsungan bisnis yang Anda jalankan. Ide-ide yang spektakuler muncul dari adanya sebuah inspirasi. Ciptakanlah inspirasi Anda sendiri, jangan pernah berpikir untuk mengikuti bisnis yang sekarang ini memang sudah banyak dilakoni oleh orang lain. Di masa perkembangan yang sangat cepat ini Anda harus mampu menemukan bisnis yang berbeda dan unik yang menjadikan bisnis Anda terlihat sangat brilliant. Bukan hanya itu, inspirasi yang seharusnya Anda gunakan sebaiknya tidak dapat diciptakan juga oleh orang lain. Terutama para pesaing Anda di dalam menjalankan sebuah bisnis.

Cobalah untuk mulai membangun bisnis dengan terlebih dahulu meriset kebutuhan pasar. Dari sana Anda akan menemukan bisnis apakah yang memang cocok untuk Anda jalankan, tentu saja juga akan memberikan income yang cukup baik pada Anda kedepannya. Jangan pernah merasa malu untuk bisa memulai sebuah bisnis yang baru, namun Anda harus merasa bangga karena mampu menciptakan sebuah bisnis baru yang berbeda dibanding dengan bisnis lainnya yang sudah ada.

Inspirasi sendiri sebenarnya akan muncul kapan saja dan darimana saja, ketika Anda termenung dan ketika Anda menangis pun inspirasi akan dengan sendirinya tercipta. Bahkan inspirasi muncul dalam bentuk apapun, ada inspirasi yang muncul untuk menciptakan sebuah produk terbaru, inspirasi guna menciptakan logo unik serta menarik maupun inspirasi yang muncul dengan bentuk peluang usaha baru.


Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana caranya inspirasi tersebut Anda jadikan sebagai sesuatu yang nyata jika Anda sendiri malu untuk bertindak. Memang cukup sulit untuk dipikirkan jika inspirasi yang sudah Anda dapatkan tersebut diwujudkan ke dalam bisnis yang Anda jalankan dengan waktu yang juga sangat tepat. Sebagian orang memiliki inspirasi bisnis yang sangat besar dan spesial, namun merasa kesulitan ketika harus menumpahkannya menjadi sebuah kenyataan. Karena dalam pikirannya sendiri tentu untuk mewujudkan sebuah inspirasi menjadi bisnis inovatif membutuhkan uang atau biaya. Padahal inspirasi bisnis kreatif dan inovatif yang sudah Anda dapatkan tersebut juga belum tentu membutuhkan biaya yang besar. Siapa tahu meskipun memang kenyataannya di dalam mewujudkan inspirasi yang Anda dapatkan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, Anda sendiri akan mendapatkan potensi penghasilan yang menggiurkan. Bahkan mungkin hanya dalam hitungan bulan Anda sudah mampu mengembalikan biaya atau uang yang Anda gunakan untuk mewujudkan bisnis dari inspirasi cemerlang tersebut.

Menguak Inspirasi Bisnis Online Seorang Habibie Afsyah



Bisnis online merupakan salah satu bisnis yang sangat menguntungkan saat ini. Bermodal komputer dan koneksi, Anda dapat memulai bisnis secara online. Banyak orang yang telah membuktikan jika berbisnis online mampu mendatangkan pendapatan dan keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Salah satu orang yang sukses menjadi pebisnis online adalah Habibie Afsyah. Dengan keadaan yang kurang sempurna, Habibie Afsyah menjadi salah seorang inspirasi bisnis yang mampu menginspirasi banyak orang.

Habibie Afsyah merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara dari pasangan H. Nasori Sugianto-Hj. Endang Setyati. Habibie lahir di Jakarta pada tanggal 6 Januari 1988. Awalnya Habibie terlahir normal seperti anak lainnya namun sebuah penyakit bawaan yang bernama muscular dytrophy membuat fungsi motorik yang ada pada tubuh Habibie menjadi lumpuh sehingga ia tidak mampu untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Memiliki penyakit bawaan yang membuat tubuh susah untuk digerakkan tidak jarang membuat orang berputus asa namun sosok Hj. Endang Setyanti sebagai seorang ibu mampu membuat Habibie untuk tetap bersemangat.

Inspirasi binsis online
Inspirasi bisnis untuk kita semua


Setelah lulus SMA, ibu Habibie mengajaknya untuk mengikuti kursus internet marketing tingkat dasar. Walaupun awalnya menolak, namun ibunya mampu meyakinkan putranya untuk dapat belajar internet marketing dan akhirnya mampu untuk hidup secara mandiri walaupun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit yaitu lebih dari Rp 5 juta. Namun keterbatasan dan kesulitan akan materi kursus membuatnya kembali ke kebiasaan lama yaitu bermain game dan browsing.

Karena melihat Habibie yang masih terus belajar untuk menjadi orang yang mandiri, Ibu Habibie berencana mengikutsertakannya ke program marketing tingkat lanjut di Singapura. Dengan berbekal uang RP 15 juta yang didapatkan dari menjual mobil, Habibie yang awalnya menolak akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kursusnya. Penghasilan pertama yang ia peroleh senilai US$ 24 di Amazon untuk produk game PS3 didapatkan setelah belajar sekitar 3 minggu dalam kurun waktu 3 bulan karena pelajaran hanya diadakan setiap 2 minggu sekali. Awalnya ia masih merugi karena biaya iklan lebih besar dari laba yang diperoleh namun karena sifat tidak mau menyerah agar menjadi seorang internet marketer, hasilnya dapat diperoleh dengan tingkat penghasilan senilai Rp US$124, $500, $1.000 hingga $2000. Dari penghasilan tersebut, Habibie akhirnya memutuskan untuk mengikuti kursus lainnya yaitu Dokterpim, Indonesia Bootcamp ataupun Eprofitmatrix.

Dari kursus internet marketing latihan dasar hingga pelatihan lanjut, mampu membuat Habibie menjadi salah satu pebisnis online tersukses yang ada di Indonesia. Praktek nyata yang didapatkan dari khusus mampu membuat Habibi memperoleh pendapatan yang lebih dari cukup dan mampu untuk hidup secara mandiri. Habibie juga berhasil dalam menerbitkan suatu ebook panduan dari Amazon, situs jual beli properti dan juga menjadi salah satu trainer yang ada di acara seminar Eprifitmatrix bersama gurunya yang bernama Suwandi Chow.


Keberhasilan Habibie dalam berbisnis internet mampu membuatnya menjadi salah satu inspirasi bisnis online dan menjadi pria berkebutuhan khusus yang memiliki finansial yang mandiri ketika usia 20 tahun dan telah mampu untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Bermula dari pria yang pesimis karena kondisi tubuhnya yang tidak sempurna dan hanya suka untuk bermain game, browsing dan surfing namun karena dukungan dari keluarganya terutama ibu mampu membuat Habibie sukses. Habibie Afsyah juga mampu menerbitkan buku “Kelemahanku adalah Kekuatanku untuk Sukses” yang mampu membuat orang lain dengan kemampuan yang lebih dan tubuh sempurna untuk sukses.

TESY


Employers Asked to Not Make Cheating fuel

The mining and agribusiness entrepreneurs are asked not to cheat, by buying fuel or pelangsiran results hoarding fuel subsidies. Fuel Task Force South Kalimantan, supervised practice of distorting fuel subsidies indication on track mines and plantations. Chairman of the Indonesian Young Entrepreneurs Association (HIPMI) South Kalimantan, HAS Hadi Zainal, Sunday (25/11), deplored the practice is still rampant irregularities fuel distribution mainly to the region mining and plantations. "We are asking all employers who are members of Hipmi to not commit fraud because of adverse public fuel," he said. He can not be denied, the price disparity between fuel subsidies and economies that nearly doubled, providing opportunities for the practice of distorting the distribution of fuel. Furthermore put forward the condition of coal prices decline throughout 2012 largely influence the cessation of mining activities, especially small scale. It is also proposed, Chairman of the Employers' Association of Indonesia Coal (Aspebindo) South Kalimantan, Iwan Ramlan, instructing members not to buy fuel for the illegal mining activities. "There may be such a mining company. Therefore we ask all members to comply with Aspebindo. (*)

Top Investigative Fraud Audit: Legal Aspects of Follow-up findings of the Corporations


Top Investigative Fraud Audit: Legal Aspects of Follow-up findings of the Corporations




Along with the growing complexity of business and the opening of investment opportunities and investment lead to the risk of fraud on the company higher. Referring to the various cases both inside and outside the country shows that fraud can occur anywhere and includes a fairly large in the business sector. The case with the PT Sarijaya Securitas in the private sector and also in the state like the PLN, Social Security. Various private companies, when revealed no cases of Corruption Act, was also involved. It shows that the impact of fraud is very likely to bring the parties involved, ranging from employees, officers and directors even patio BOC also the owner apparently vulnerable to legal consequences.

The efforts made by the company owners, managers and employees of companies working to improve performance can never be achieved if the company is still entrenched fraud actions. In order to provide a deterrent effect, reduce fraud losses and improve the control system if there are strong indications that there was a fraud, the company is expected to take appropriate action to carry out an investigative audit.

With investigative audit, the company has a risk of financial loss due to fraud actions can reveal who the parties to a fraud which would then be held responsible to compensate the company. Furthermore, in order to have a deterrent effect impact it is necessary to take both administrative and legal action against the perpetrators of fraud. Related to follow the law of fraud is found, then the company should have a thorough consideration of the company's financial aspects and legal aspects related to the regulation of the employees and the company.

Thus, the effectiveness of the disclosure of fraud at the company will provide added value especially for the recovery of losses incurred, improving control systems and make other potential perpetrators failed to commit fraud. In turn, this will provide a positive impact on the value of the company because it will allow companies to improve corporate performance management by increasing both the economic aspects of procurement, business process and its effectiveness effisiennya company's work program.

Referring to the above, the training urian "investigative audit TO FRAUD AND LEGAL ASPECTS OF CORPORATE findings at follow-up" will provide insight into cheating, how to express the Investigative Audit and understand the legal consequences of the fraud that occurred at the company both internally and also with regard to the financial countries.



Objective:
The benefits obtained for trainees, are expected to include:

understand the following forms of cheating cheating on its classification.
provide gambaraan on the implementation of Investigative Audit to uncover fraud
able to identify the findings into the legal aspects as well as the follow-up findings.
gain an understanding of Corruption Act in order to protect and not to engage in a criminal act of corruption by referring to the relevant legislation.


Training Methods:
The presentation of the material we deliver training using for adults (andragogy training method) in the following way:

Brief exposure draft discussion
Interactive discussion and discussion antarpeserta
Surgical Case
1. Basic Concepts of Fraud

Definition and Elements of Fraud Fraud Triangle, Process Fraud, Fraud Risk.
Category Fraud (Fraud Tree):
Corruption
Asset Mis appropriation
Fraudulent Financial Statement
2. Application of Laws and Regulations TPK the Corporations Act

Law of Corruption (TPK)
Application of Corruption on Corporate
Risk and Legal Aspects Inherent to the Title
The concept of the state as well as the State Finance State Losses
Handling Crime / Cheating on state
3. Basic Concepts Investigative Audit

Perspectives and Definitions Investigative Audit
Investigative Audit Methodology
Axiom in Investigative Audit
4. Preparing predication and Developing Investigative Audit Plan:

Identification Forms Fraud and Loss Indication
Assessing Preparing Cases in preliminary form Hypotesa Fraud.
5. Preparing predication and Developing Investigative Audit Plan (continued)

Proof of identification and related parties.
Evidence Testing
Prepare Investigative Audit Program
6. Investigative Audit Techniques:

Testing Documents
Physical Testing
Observation
Interview
Covert Operation
Surveillance
Entrapment Case Studies (Capita Selecta) Handling cases indicated TPK
7. Preparation of Investigative Audit Report
8. Legal aspects of the follow-up findings of the Corporation.
9. Investigative Auditor as a witness in legal proceedings
10. Case Study (Capita Selecta) Handling cases indicated TPK



Who should Attend?
Board of Commissioners and committees under it (the Audit Committee, Risk Management Committee), Internal Auditor, Risk Management & Compliance Manager or Officer, Managers (especially in places prone to cheating in the various activities of companies charged are alert to the possibility of fraud ), Corporate Secretary, Legal Department / Law Section.



Trainer

Raden Agus Suherman / Kuncoro / Irham H.

The Professional and Practitioner has over 15 years of experience in their respective fields. With ever held a variety of positions including: Operational Director, Training & People Development Manager, Training Manager, Head of waste water treatment facility, Finance Director, Financial Planning Manager, Sales Manager, HR Director, etc.. and has worked in multinational corporations and international organizations such as Astra International, The National Conservation - U.S. Based NGO, etc.) as well as graduates from leading universities from home and abroad

TAGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

                           TANGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN, 
                             TERHADAP INVESTASI BUKAN BIAYA

Salah satu tanggung jawab sosial karena :

     Perusahaan selama ini dianggap sebagai biang rusaknya lingkungan, pengeksploitasi sumber daya alam, hanya mementingkan keuntungan semata. Kebanyakan perusahaan selama ini melibatkan dan memberdayakan masyarakat hanya untuk mendapat simpati. Program yang mereka lakukan hanya sebatas pemberian sumbangan, santunan dan pemberian sembako. Dengan konsep seperti ini, kondisi masyarakat tidak akan berubah dari kondisi semula, tetap miskin dan termarginalkan.

      Tanggung jawab perusahaan memberikan konsep yang berbeda dimana perusahaan tersebut secara sukarela menyumbangkan sesuatu demi masyarakat yang lebih baik dan lingkungan hidup yang lebih bersih. Tanggung jawab sosial dari perusahaan (Corporate Social Responsibility) didasarkan pada semua hubungan, tidak hanya dengan masyarakat tetapi juga dengan pelanggan, pegawai, komunitas, pemilik, pemerintah, supplier bahkan juga kompetitor.

      Menurut Bank Dunia, Tanggung jawab sosial perusahaan terdiri dari beberapa komponen utama: perlindungan lingkungan, jaminan kerja, hak azasi manusia, interaksi dan keteribatan perusahaan dengan masyarakat, standar usaha, pasar, pengembangan ekonomi dan badan usaha, perlindungan kesehatan, kepemimpinan dan pendidikan, bantuan bencana kemanusiaan. Citra perusahaan di mata masyarakat sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Teknologi informasi sekarang ini memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia. Jika satu perusahaan tidak menunjukkan komitmen sosial yang baik di suatu daerah, informasi ini akan cepat tersebar luas ke berbagai penjuru dunia. Akibatnya akan terbentuk citra yang negatif. Sebaliknya, jika perusahaan menunjukkan komitmen sosial yang tinggi terhadap kegiatan kemanusiaan, pelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, pendidikan, penanggulangan bencana alam, maka akan terbentuk citra positif yang positif.

       Salah satu bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan adalah community development. Perusahaan yang mengedepankan konsep community development lebih menekankan pembangunan sosial dan pembangunan kapasitas masyarakat sehingga akan menggali potensi masyarakat lokal yang menjadi modal sosial perusahaan untuk maju dan berkembang. Selain dapat menciptakan peluang-peluang sosial-ekonomi masyarakat, menyerap tenaga kerja dengan kualifikasi yang diinginkan, cara ini juga dapat membangun citra sebagai perusahaan yang ramah dan peduli lingkungan. Selain itu, akan tumbuh trust (rasa percaya) dari masyarakat. Sense of belonging (rasa memiliki) perlahan-lahan muncul dari masyarakat sehingga masyarakat merasakan bahwa kehadiran perusahaan di daerah mereka akan berguna dan bermanfaat.

       Dengan adanya citra positif ini, maka perusahaan akan lebih mudah memperoleh kepercayaan dari tiap-tiap komponen masyarakat. Perlu dilakukan beberapa langkah strategis guna mendapatkan citra yang positif ini, diantaranya komitmen antara pimpinan dan bawahan untuk mewujudkan setiap tanggung jawab sosial perusahaan dalam setiap kegiatan bisnisnya. PT. Newmont sebagai contohnya, untuk mengembalikan citra positif mereka akibat dugaan pencemaran di teluk buyat, PT. Newmont berkomitmen melanjutkan kegiatan reklamasi, pemantauan dan pengelolaan lingkungan terutama pengujian toksisitas terhadap larutan talling agar tidak melewati ambang batas dan tidak mencemari biota laut. Selain itu, PT Newmont telah menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha masyarakat, pembangunan sarana jalan dan memberikan program pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

       Strategi lainnya adalah pihak perusahaan secara terbuka membangun kemitraan dengan berbagai kalangan dan organisasi termasuk LSM yang profesional secara terbuka. Pimpinan perusahaan juga harus mampu menyampaikan informasi secara terbuka dan transparan sesuai dengan kapasitas mitranya.

     Selain itu, perlu dibentuk departemen tersendiri yang menjalankan tanggung jawab sosial mereka seperti sebuah perusahaan yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau yang membentuk departemen tersendiri yang disebut Program Pemberdayaan Masyarakat Riau (PPMR) yang dipimpin oleh pejabat setingkat direktur.

      Menurut hasil riset PIRAC (2003), bidang yang paling banyak diprioritaskan oleh kalangan dunia usaha adalah pelayanan kesehatan (82%), keagamaan (61%) dan pendidikan (57%). Derajat kesehatan sangat menentukan tingkat produktivitas karyawan perusahaan maupun kemampuan masyarakat untuk meningkatkan pendidikan maupun pendapatan keluarga. Perusahaan di Indonesia harus mulai mengusung aktivitas tanggung jawab sosial mereka terutama bidang kesehatan, seperti revitalisasi posyandu, pendidikan keluarga sehat, pencegahan penyakit, program sanitasi dan program lainnya secara berkala dan berkesinambungan.
><  Bukan itu saja, prioritas di bidang kesehatan juga mencakup kesehatan dan keselamatan kerja.
><  Hendaknya perusahaan memiliki komitmen untuk mencapai standar Kesehatan dan Keselamatan
><  Kerja terutama pada pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya, penyakit dan kecelakaan kerja. Kemudian menciptakan suatu kondisi yang mendekati “Zero Harm” bagi karyawan, mitra kerja, masyarakat di lingkungan kegiatannya, serta menjadi pemimpin dalam praktik pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam. Pemeriksaan kesehatan dan pemantauan lingkungan harus dilakukan secara berkala terhadap paparan dalam jangka panjang.

      Dr. Tan Malaka, seorang spesialis di bidang okupasi kerja menyatakan bahwa dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan pemantauan lingkungan, maka biaya yang dikeluarkan sebenarnya jauh lebih kecil daripada membayar biaya pengobatan seluruh karyawan dan ganti rugi perbaikan lingkungan. Dengan begitu, berarti perusahaan tidak membuang-buang uang. Selain produktivitas karyawan tetap terjaga, citra positif dimata masyarakat akan mulai dirasakan oleh perusahaan.
Inilah yang dilakukan oleh PT Newmont Nusa Tenggara yang pada tahun 2004 menerima Sertifikat Emas dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai wujud pengakuan terhadap prakarsa pencegahan kecelakaan dan kinerja keselamatan yang dicapainya pada tahun 2003.
Kita berharap, semoga tanggung jawab sosial perusahaan ini bukan hanya ingin mendapatkan kesan baik semata, tetapi lebih kepada suatu niat baik perusahaan sebagai salah satu bagian dari masyarakat.

SUMBER SUMBER
 http://www.pnri.go.id/Lists/List%20Majalah%20Online/Attachments/120/Anita_Nusantari_Penerapan_Manajemen.pdf

 http://datakuliah.blogspot.com/2009/11/lingkungan-mikro-pemasaran-perusahaan.html

http://klikharry.wordpress.com/2007/02/07/tanggung-jawab-sosial-perusahaan-investasi-bukan-biaya/

LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO DAN MIKRO

                                        
                                        Lingkungan Eksternal Makro dan Mikro


Lingkungan Eksternal Makro Perusahaan Meliputi :

1. Teknologi

Dalam setiap masyarakat atau industri , tingkat kemajuan memainkan peranan yang berarti . Sebagai contoh kemajuan teknologi akan menurunkan permintaan akan manajer- manajer menengah dan lini pertama, Banyak perusahaan sekarang menggunakan komputer untuk meramalkan operasi-operasi dan schedulin produksinya , dimana pada waktu yang lalu dilakukan oleh fungsi – fungsi manajemen menengah. Inovasi teknologi dapat juga menimbulkan posisi persaingan baru dalam industri – industri yang berbeda. Ini semua menuntut manajer perusahaan bersikap tanggap terhadap tantangan – tantangan dan mampu memanfaatkan kesempatan yang ada. Manajer perlu senantiasa menaksir arah perkembangan teknologi dan memperkirakan perngaruhnya pada organisasi atau melakukan peramalan teknologi.

2. Ekonomi

Para manajer akan selalu terlibat dengan masalah-masalah biaya sumber daya – sumber daya yang dibutuhkan dalam organisasi. Biaya ini berubah-berubah setiap waktu karena pengaruh faktor – faktor ekonomi. Sehingga manajer senantiasa perlu menganalisa dan mendiagnosa faktor – faktor ekonomi, seperti kecenderungan inflasi atau deflasi harga-harga barang dan jasa, kebijaksanaan moneter, dan kebijaksanaan fisikal dll, jadi manajer perusahaan harus mencurahkan waktu dan sumber daya untuk melakukan peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan harga.

3.Lingkungan sosial kebudayaan

Merupakan pedoman hidup yang menentukan bagaimana hampir seluruh organisasi dan manajer harus beroperasi . Lingkungan ini mencakup kepercayaan , nilai-nilai, sikap-sikap, pandangan serta pola kehidupan yang dibentuk oleh tradisi , pendidikan, kelompok , ethnis, teknologi , demografi, geografis, serta agama dan kepercayaan dari sekelompok atau seluruh masyarakat tertentu. Pengaruh dari pedoman hidup ini dapat sangat luas atau felatif sempit . Misal, batasan bagi pekerja wanita mungkin hanya berlaku disuatu daerah, tetapi dapat juga berlaku secara nasional

4. Dimensi Internasional

Komponen Internasional dalam lingkungan eksternal juga menyajikan kesempatan-kesempatan dan tantangan-tantangan serta mempunyai potensi menjadi faktor yang berpengaruh langsung pada operasi perusahaan. Kekuatan-kekuatan internasional ini berpengaruh melalui perkembangan politik dunia, ketergantungan ekonom transfer teknologi. Lebih sempit lagi, kekuatan ini berwujud misalnya keterrgantungan sumberdaya impor, keadaan resesi, persaingan dengan perusahaan – perusahaan multinasional, tingkat pertukaran mata uang asing dsb. Maka hendaknya manajer mampu menanalisa dan mengantisipasi untuk kemudian meletakkan dasar yang kuat dalam menghadapi perkembangan dunia internasional.

Lingkungan eksternal mikro perusahaan meliputi :

1. Para Pesaing

Lingkungan persaingan perusahaan tercemin dari tipe , jumlah dan norma – norma perilaku organisasi pesaing. Dengan pemahaman akan lingkungan persaingan yang dihadapinya , organisasi dapat mengetahui posisi persaingannya  sehingga lebih mampu mengoptimalkan operasi – operasinya.

2. Langganan/Konsumen

Strategi kebijaksanaan dan taktik pemasaran perusahaan sangat tergantung situasi pasar dan langganan. Analisa langganan berguna untuk mengantisipasi perubahan perilaku pasar atau langganan dan mengarahkan pengolakasian sumberdayanya sesuai kebutuhan dan keinginan langganan.

3. Pasar Tenaga Kerja

Organisasi memerlukan sejumlah karyawan dengan berbagai bermacam – macam  ketrampilan , kemampuan , dan pengalaman/ Kemampuan menarik dan mempertahankan karyawan yang cakap merupakan kebutuhan prasyarat bagi perusahaan yang sukses .
Ada tiga faktor yang paling berpengaruh terhadap  pemenuhan kebutuhan karyawan perusahaan, yaitu reputasi perusahaan di mata angkatan kerja, tingkat pertumbuhan angkatan kerja dan tersedianya tenaga kerja yang dibutuhkan.

4. Lembaga Keuangan

Organisasi tergantung pada bermacam-macam lembaga keuangaan untuk memperluas kegiatan-kegiatannya . Kebutuhan akan dana dari lembaga-lembaga keuangan tersebut dapat jangka pendek untuk membelanjai operasi-operasinya atau jangka panjang untuk membangun fasilitas baru dan membeli peralatan baru.

5. Para Penyedia

Setap organisasi sangat tergantung pada sumber-sumber dari sumber daya untuk memenuhi kebutuhan baku (mentah) , bahan pembantu, pelayanan energi , dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi keluaran.

6. Perwakilan Pemerintah

Hubungan organisasi dengan perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang semakin komples. disamping merupakan atau menjadi para penyedia dan kreditur bagi perusahaan, juga menetapkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi organisasi , prosedur-prosedur perijinan dll.

 Lingkungan ekstern mikro terdiri dari:

1. Pelanggan (customers)

Pelanggan membeli produk barang dan jasa. perusahaan tidak dapat hidup tanpa dukungan pelanggan. Oleh karena itu, untuk mencapai keberhasilan usahanya suatu perusahaan perlu mengamati perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Pengamatan reaktif dan proaktif merupakan strategi dalam mengamati kebutuhan dan keinginan pelanggan. Pengamatan reaktif adalah memusatkan perhatian pada kecendrungan dan masalah pelanggan setelah kejadian, misalnya mendengarkan keluhan pelanggan. Pengamatan proaktif terhadap pelanggan adalah dengan memperkirakan kejadian, kecendrungan, dan masalah sebelum hal itu terjadi (sebelum pelanggan mengeluh).

2. Pesaing (Competitors)

Pesaing adalah perusahaan di dalam industri yang sama dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan. Seringkali perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan usaha tergantung pada apakah perusahaan melakukan pelayanan yang lebih baik daripada pesaing lain. Karena itu, perusahaan harus melakukan analisis bersaing, yaitu menentukan siapa pesaingnya, mengantisipasi pergerakan pesaing, serta memperhitungkan kekuatan dan kelemahan pesaing.

3. Pemasok (suppliers)

Pemasok adalah perusahaan yang menyediakan bahan baku, tenaga kerja, keuangan dan sumber informasi kepada perusahaan lain. Terdapat hubungan saling ketergantungan antara pemasok dan perusahaan. Ketergantungan perusahaan pada pemasok adalah pentingnya produk pemasok bagi perusahaan dan sulitnya mencari sumber lain sebagai pengganti. Ketergantungan pemasok pada perusahaan adalah suatu tingkat dimana perusahaan pembeli sebagai pelanggan bagi pemasok dan sulitnya menjual produk kepada pembeli lain.

4. Perwakilan-perwakilan Pemerintah

Hubungan organisasi dalam perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang semakin kompleks. Peraturan-peraturan industri yang ditetapkan oleh perwakilan pemerintah ini harus ditaati oleh organisasi dalam operasinya, prosedur perijinan, dan pembatasan-pembatasan lainnya untuk melindungi masyarakat.

5. Lembaga Keuangan

Organisasi-organisasi tergantung pada bermacam-macam lembaga keuangan, seperti bank-bank komersial, bank-bank instansi, dan perusahaan - perusahaan asuransi termasuk pasar modal. Lembaga keuangan ini sangat dibutuhkan perusahaan untuk menjaga dan memperluas kegiatan-kegiatannya seperti pendanaan untuk membangun fasilitas baru dan membeli peralatan baru, serta pembelanjaan operasi-operasinya.

Lingkungan Ekstern Makro

Lingkungan ekstern makro terdiri dari:

1. Ekonomi

Keadaan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi sebagian besar organisasi yang beroperasi di dalamnya. Pada suatu keadaan perekonomian yang sedang tumbuh, secara umum kemampuan daya beli masyarakat untuk membeli suatu produk atau jasa meningkat. Akan tetapi, kondisi perekonomian seperti itu tidak menjamin bahwa suatu perusahaan juga bertumbuh, hanya menyediakan Lingkungan yang mendorong terjadinya pertumbuhan usaha.
Dalam keadaan perekonomian yang lesu, daya beli masyarakat yang menurun, membuat pertumbuhan usaha menjadi sulit. Sehingga para manajer perusahaan harus selalu mengantisipasi variable-variabel ekonomi seperti kecendrungan inflasi, tingkat suku bunga, kebijakan fiscal dan moneter, dan harga-harga yang ditetapkan oleh pesaing.

2. Teknologi

Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengubah bentuk masukan (input) menjadi keluaran (output). Sehingga perubahan dalam teknologi dapat membantu perusahaan menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilkan produknya dengan lebih efisien. Akan tetapi prubahan teknologi juga dapat memberikan suatu ancaman bagi perusahaan-perusahaan tradisional. Contohnya perusahaanfotocopy pada awalnya memberi ancaman bagi perusahaan kertas karbon.

3. Politik Hukum

Komponen politik/hukum adalah undang-undang, peraturan, dan keputusan pemerintah yang mengatur perilaku usaha. Komponen politik/hukum ini dalam suatu periode waktu tertentu akan menentukan operasi perusahaan. Sehingga manajer tidak mungkin mengabaikan iklim politik dan hukum-hukum maupun peraturan yang ada di suatu negara, seperti perlakuan yang adil dalam pembayaran gaji harus sesuai dengan upah minimum yang ditetapkan pemerintah.

4. Sosial Budaya

Komponen sosial budaya merujuk kepada karakteristik demografi serta perilaku, sikap, dan norma-norma umum dari penduduk dalam suatu masyarakat tertentu. Pertama, perubahan karakteristik demografi seperti, jumlah penduduk dengan keterampilan khusus, pertumbuhan atau pengurangan dari golongan populasi tertentu, mempengaruhi cara perusahaan menjalankan usahanya. Kedua, perubahan sosial budaya dalam perilaku, sikap, dan norma-norma juga mempengaruhi permintaan akan produk dan jasa suatu usaha.


       Lingkungan eksternal atau lingkungan yang berada di luar organisasi saling mempertukarkan sumber dayanya dengan organisasi tersebut dan tergantung satu sama lain. Organisasi mendapatkan input (bahan baku, uang, tenaga kerja) dari lingkungan eksternal, kemudian ditransformasikan menjadi produk dan jasa sebagai output bagi lingkungan eksternal. Definisilingkungan eksternal adalah sebagi berikut:
   
        Lingkungan eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001:51).
Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur di luar perusahaan yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer (T.Hani Handoko, 1999:62).
Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur yang berada di luar suatu organisasi, yang relevan pada kegiatan organisasi itu (James A.F. Stoner,1996:66).



   Begitulah  hal-hal yang berhubungan dengan mikro dan ekternal makro, dari sumber-sumber yang saya temukan, kurang lebihnya saya mohon minta maaf :)

Sumber:  http://candlelabra.wordpress.com/2010/10/26/lingkungan-eksternal-makro-dan-mikro/
            :  http://final-mix.blogspot.com/2009/12/lingkunga-eksternal-erusahaan.html